Langsung ke konten utama

The first Avenger : Side Story

Natasha Romanoff, adalah agen Shield dibawah kepemimpinan Nick fury. Saat perjalanan menemui Bruce banner.

Mobil Shield melaju kencang. Menembus salju tipis yang sudah mulai berhenti. "Aku ingin udara segar" bisik Natasha sambil membuka kaca mobil yang dilapisi teralis baja. "Seperti mobil tahanan" lanjutnya. Angin sepoi dingin membelai rambutnya, matanya berkeliling mencari entah apa yang di cari.  Dia melihat keatas dan memperhatikan ada yang aneh disana. Kerutan seperti robekan ruang terbentuk diatas kota new York. Lalu sesuatu melesat kearah jalan yang hendak dilewati mobil. Agent bill yang sedang menyetir menghentikan mobilnya. Mereka kemudian keluar dari mobil sambil memegang pistol Foton. Asap masih mengelilingi benda itu, samar lampu terlihat merah, dan bau terbakar menyeruak keluar. "Berhati hatilah, agent Romanoff" kata agen bill. Terlihat seseorang dengan ekor yang panjang keluar. Dan menyerang dengan cepat. Dia adalah Nightcrawler. "Apa yang kau lakukan ?! Kami bukan musuh!!" Teriak Natasha. Dengusan keras terdengar dari mulut nya. "Dia sedang tidak sadar, lihat matanya" seru bill. Natasha menyadari situasi ini. Dia menembak Nightcrawler dengan Foton blasternya, tapi kecepatannya membuatnya ada di belakang natasha, lalu Natasha meninjunya dengan widow bite. Gelang yang mengeluarkan serangan 30.000volt listrik yang melumpuhkan. Nightcrawler tersungkur dan kesakitan. Kemudian terlihat nick fury keluar dari balik cahaya yang tiba tiba muncul di hadapan mereka. Menembakan cahaya aneh dan kemudian pandangan Natasha dan bill memburam dan gelap. Ketika sadar, Natasha tidak bisa mengingat apapun, begitupula bill yang masih mengoceh tentang kesombongan Stark. Ya Tonny Stark. Ia kemudian ingat akan menemui Stark untuk meminta bergabung dengan avenger.
"Stark menyukai wanita cantik bukan?!"
"Ya.... Dia seorang playboy kelas kakap" gerutu bill.
"Bagaimana kalau aku menjadi pelatihnya?"
"Pakaian seksi? Ide menarik. Aku ingin melihatmu memakai baju olahraga"

Kemudian Natasha menyiku hidung bill sambil tertawa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review singkat Indomie mie goreng aceh: enak sih tapi...

Hai kali ini kita ngelantur soal rasa baru dari Indomie goreng, rasa mie goreng Aceh. Jujur aja ya saya gak pernah pernah nyobain mie goreng aceh beneran, Bumbu standar sih ada minyak, bawang, bumbu kecap saos, tekstur mie nya agak beda, lebih bulat besar dan sedikit lembek.  Ya lumayan beda rasanya. Beralih ke bumbu, dilengkapi bumbu yg khas aroma cabe, dipadukan dengan mie yang agak lembek, ternyata membuat rasanya semakin meresap, dan menurutku agak anyep. Ya seimbang lah bumbu sama mie nya, dibilang enak ya biasa aja, dibilang gak enak ya gitu... Kesimpulannya  dengan harga 2000an klean bIsa mencoba rasa baru, dengan tekstur Mie yang lembek, dan rasa yang gak terlalu strong untuk ukuran Indomie. Apakah recommended? Hmmm rasa yang lain mungkin lebih cocok misalnya rendang, atau cabe hijau.

Sejarah penemuan LEM

 Kata 'glue (lem) atau 'adhesive' (perekat) berasal dari bahasa Perancis Lama dan kata kerja bahasa Latin yang berarti 'menggabungkan bersama. Ide mengenai pembuatan zat perekat ini memang berawal sejak ribuan tahun yang lalu. Pada dinding-dinding sebuah kuburan bangsa Mesir yang berumur lebih dari 3000 tahun, ditemukan gambar yang menunjukkan para pekerja sedang menggunakan lem. Terdapat banyak jenis lem di antaranya: lem mineral, lem sayuran dan lem sintetis. Tetapi lem tradisional yang dibuat berasal dari tulang-belulang, otot dan kulit binatang. Bahan-bahan ini dikumpulkan terlebih dahulu, dipanaskan, kemudian cairan yang dihasilkan dikeringkan. Lem digunakan dalam beratus cara di banyak perusahaan industri. Misalnya, untuk menyatukan kayu dalam pembuatan meubel, piano, dan mainan-mainan lainnya yang membutuhkan lem. Lem juga sangat berguna dalam pengeleman buku dan pembuatan kotak kota kertas. Semua jenis kertas berperekat pasti mengandung lem, begitu juga untuk ke...

Cerpen one shoot : aku dan dosaku

Hai perkenalkan namaku Gugun, aku adalah anak pertama dari dua bersaudara, sebagai anak pertama aku berkewajiban membantu keluarga, dan itulah kenapa aku di Bandung. Ya begitulah, Bandung adalah kota penuh dengan talenta tempatnya para raja menunjukan kelasnya. Eh kok nyanyi sih hehehe baiklah aku bekerja sebagai pramusaji disebuah restoran menengah di daerah Setiabudi, dengan perawakan ku yang  kata orang ideal, aku bisa mendapatkan customer langganan, tentu aku juga harus bisa memainkan emosi mereka, percayalah, bekerja sebagai pramusaji bisa membuka kenalan dari berbagai kalangan. Selain sebagai pramusaji, aku juga aktif organisasi kesehatan di kota Bandung yang memberikan penyuluhan tentang bahaya seks bebas dan HIV. Pada hari itu, Minggu 26 Desember 2017 , Unpar mengadakan penyuluhan dan mengundang kami sebagai pembicara, acara berlangsung meriah diiringi doa bersama dengan khidmat. Selesai acara, aku dihampiri mahasiswa yang terlihat umurnya jauh diatasku, yang entah kenapa d...